Showing posts with label Inspiration. Show all posts
Showing posts with label Inspiration. Show all posts

Feb 11, 2011

Pelajaran Dari Pengemis Tua


kemarin, tepatnya hari kamis tanggal 10 februari 2011, ada pasangan pengemis tua yang datang ke rumah untuk meminta sedikit sedekah. berbeda dari pengemis biasanya, pengemis tersebut adalah pasangan suami istri yang usianya sudah sangat tua. mungkin sekitar 70 tahunan atau lebih.

terlepas dari pekerjaan yang sedang mereka jalani, ada hal yang lebih menarik dari pengemis tersebut untuk dipelajari. di usia yang sudah sangat senja, mereka masih bersama untuk menjalani hidup berdua. meskipun kehidupan ini memberikan cobaan kepada pasangan itu, namun mereka tetap setia satu sama lain dan menjalani kehidupan ini bersama-sama.

mungkin mereka telah hidup bersama lebih dari 40 tahun. dan apapun keadaan mereka selama bertahun-tahun tersebut, hingga kemarin mereka ternyata masih bersama menjalani cobaan berdua. mereka masih setia satu sama lain untuk menghadapi segala macam rintangan di hadapan mereka. sebuah pemandangan yang sangat luar biasa.

di saat public figure di tayangan televis ramai-ramai mengajukan gugatan cerai karena alasan ketidakcocokan satu sama lain, namun kakek dan nenek pengemis tersebut tetap setia bersama mempertahankan hubungan mereka. sebuah keadaan yang bisa dikatakan paradoks. seorang public figure yang bisa dibilang serba kecukupan ternyata tidak mampu untuk mempertahankan rumah tangganya. namun seorang pengemis tua yang hidupnya serba kekurangan ternyata mampu hidup setia dengan pasangannya, apapun keadaanya.

mungkin ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita semua (saat ini atau kelak nanti), bahwa yang dibutuhkan untuk menjalin suatu hubungan adalah kesediaan untuk menerima pasangan kita apa adanya. bukan berdasarkan seberapa banyak materi yang kita miliki, atau seberapa populer kita di masyarakat.

memang materi penting di dunia yang serba materialistis seperti sekarang ini, namun kesediaan untuk menerima ternyata jauh lebih penting untuk mempertahankan suatu hubungan. kesediaan tersebut dapat berupa perhatian yang tulus yang kita berikan kepada pasangan kita atau bisa juga seberapa sering kita hadir untuk pasangan kita.


"Some of the biggest challenges in relationships come from the fact that most people enter a relationship in order to get something. They're trying to find someone who's going to make them feel good. In reality, the only way a relationship will last is if you see your relationship as a place that you go to give, and not a place that you go to take."
(Anthony Robbins)


Jan 13, 2011

Ujian Pertemanan


"ujian sejati dari suatu hubungan bukan hanya terletak dari seberapa setianya kita kepada teman-teman kita ketika mereka gagal, melainkan juga seberapa antusiasnya kita ketika mereka berhasil"
(John Maxwell)

adalah hal yang mudah untuk dilakukan saat teman kita gagal dan kita berada di sampingnya untuk menghiburnya. ini karena hal tersebut menjadikan kita serasa sebagai orang yang 'penting' bagi mereka. dan perasaan 'penting' tersebutlah yang selalu kita cari dalam pertemanan.

namun sangatlah sulit dilakukan untuk tetap antusias dan senang di saat kita melihat teman kita berhasil. selalu saja ada perasaan iri yang hinggap di dalam hati. pasti ada saja keinginan dalam hati untuk merebut keberhasilan tersebut, atau setidaknya melihat teman kita tidak mendapatkan keberhasilannya itu. memang sangatlah manusiawi jika kita merasa iri saat teman kita (atau bahkan sahabat kita) meraih kesuksesan.

namun sebenarnya, di sinilah pertemanan/persahabatan diuji. jika kita tetap saja iri dan tidak senang akan keberhasilan mereka, berarti boleh dibilang pertemanan yang kita berikan tidak sehat. karena kita belum rela melihat teman kita berhasil menggapai apa yang mereka impikan. namun saat kita ikut senang dan turut serta merayakan keberhasilan mereka, berarti pertemanan yang kita berikan dapat dibilang sehat. dan kita pun layak disebut sebagai teman sejati.

dunia ini memang layaknya sebuah roda, ada kalanya teman kita mendapat kesuksesan dan ada kalanya mereka mendapatkan kegagalan. dan seorang yang layak disebut sebagai teman sejati adalah mereka yang mampu memberikan semangat dan dukungan saat temannya gagal dan tetap antusias serta bahagia disaat temannya berhasil. mungkin jika kita melihat pertemanan bukan sebagai kompetisi untuk menunjukkan siapa yang lebih baik dan lebih buruk, maka kita akan lebih mudah meminimalisir rasa iri hati dan dengki. sulit memang untuk melakukan hal ini, namun sulit bukan berarti mustahil kan?

Dec 21, 2010

Keajaiban


sebenarnya dalam hidup ini banyak sekali keajaiban-keajaiban yang berada di sekeliling kita. hanya terkadang kita kurang menyadari akan keberadaan keajaiban-keajaiban tersebut. keajaiban mewujud dalam berbagai bentuk, dari hal-hal yang tidak masuk akal hingga hal yang paling sederhana sekalipun.

keajaiban dapat berupa sembuhnya penyakit yang sudah lama sekali tidak sembuh, mendapat uang yang tidak disangka-sangka, atau mungkin dapat berupa hal yang lebih sederhana. misalnya saja seperti alunan musik yang menenangkan hati dan pikiran, senyuman dan sapaan akrab seseorang yang mampu menghilangkan perasaan terasing di dunia, kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya, atau mungkin dapat berupa perasaan bahagia saat kita dicintai oleh orang-orang di sekitar kita.

dengan menemukan keajaiban-keajaiban di sekeliling kita, kita pasti akan lebih menghargai kehidupan dan menjadikan hidup ini lebih bermakna dan berwarna. saat kita menyadari bahwa hidup ini bermakna, kita pun akan mampu memberikan sedikit keajaiban yang kita miliki untuk menciptakan keajaiban bagi orang lain. mungkin salah satunya dengan memberikan senyuman hangat yang akan menjadi penenang bagi jiwa-jiwa yang sedang dirudung duka.

“There are two ways to live: you can live as if nothing is a miracle; you can live as if everything is a miracle” (Albert Einstein)


Dec 16, 2010

Memberi....................


mungkin tulisan dengan tema 'memberi' sudah sering saya tulis dalam tulisan-tulisan di blog saya. baik blog yang terdahulu ataupun sekarang. namun dalam kesempatan kali ini, saya ingin menulis tentang tema 'memberi' lagi, untuk lebih mengakrabkan perbuatan ini dalam pikiran alam bawah sadar.

memberi memang sebuah kata kerja yang mudah untuk diucapkan namun terkadang sulit untuk dikerjakan. mungkin kita pernah berpikir seperti ini; "saya akan memberi jika saya sudah makmur dan punya banyak uang". sebenarnya, pikiran seperti itu hanya akan menghambat kelimpahan yang akan mengalir ke dalam hidup kita. karena pikiran seperti itu menandakan perasaan kekurangan. dan karena hukum tarik-menarik yang ada di alam semesta ini hanya akan bekerja menurut perasaan yang kita rasakan, maka kita pun akhirnya akan selalu kekurangan. dan kelimpahan pun sepertinya malas menghampiri kita. hal ini kemudian berdampak kita tidak akan pernah memberi.

namun lain halnya jika kita dengan tulus memberi tanpa berpikir apakah kita sedang kekurangan atau tidak. dengan memberi, kita akan memiliki perasaan kecukupan dan kelimpahan, dan hal ini pun akhirnya akan membuka pintu kelimpahan dalam kehidupan kita. karena hukum tarik-menarik akan selalu bekerja menurut perasaan yang kita rasakan, akhirnya kita pun akan senantiasa diberikan kelimpahan.

jika kata "memberi" itu terasa berat untuk dikerjakan, mungkin bisa kita ubah kata tersebut dengan kata "berbagi". karena kata "berbagi" terkesan bahwa kita telah punya lebih dari cukup dan kita pun dengan suka rela dan tanpa beban memberikan sebagian apa yang telah kita miliki.

'may your charity increase as much as your wealth'
(proverb)

Dec 6, 2010

Pemberian Terbaik


pada suatu hari, socrates mengunjungi warga yang bernama aeschines.
"saya ini orang tidak berpunya" kata aeschines, "saya tidak memiliki apa-apa. yang bisa saya berikan keapada anda adalah diri saya sendiri"
"tahukah kamu," jawab socrates. "kamu justru telah memberikan kepada saya hal yang paling baik dan berharga."

=====

memang benar adanya bahwa diri sendiri adalah pemberian terbaik yang dapat kita berikan kepada orang lain. dengan memberikan diri kita (waktu) maka kita akan menghilangkan sifat egois yang ada di dalam diri kita. orang-orang yang kita berikan pun akan merasa bahwa dia orang yang penting, karena kita telah rela memberikan kepadanya waktu kita yang tidak dapat kita dapatkan kembali. dengan memberikan diri kita/waktu kita, kita akan dapat belajar untuk lebih menghargai orang lain dan memanusiakan mereka.
jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak memberikan sesuatu kepada orang lain kan? karena pemberian tidak harus selalu berupa harta benda/materi, tapi bisa juga berupa waktu dan diri kita sendiri.

Dec 3, 2010

Pelajaran Kebahagiaan #7


beberapa hari yang lalu, aku melihat seorang bapak penjual ikan hias bersama dengan anaknya bersepeda menjual ikan-ikannya. anaknya, yang kira-kira berumur sekitar 6-7 tahunan membonceng di bagian depan. saat melihat pemandangan tersebut, tiba-tiba terbesit di dalam otak ini sebuah pikiran yang membuatku berpikir keras. aku berpikir bagaimana perasaan anak tersebut menjadi seorang anak tukang penjual ikan keliling? bagaimana perasaan anak itu saat berjualan dengan ayahnya? apakah ia bangga dengan hidupnya yang menjadi seorang anak penjual ikan hias? namun setelah merenungkan lebih jauh kejadian tersebut, dan mengingat-ingat pemandangan tersebut. pertanyaanku pun sepertinya terjawab sudah. dari wajah dan ekspressi anak tersebut, sepertinya anak itu bahagia dengan hidupnya, meskipun hanya menjadi seorang anak penjual ikan hias keliling. ia pun sepertinya juga bangga dengan pekerjaan ayahnya, karena ia mau ikut serta berjualan ikan bersama dengan ayahnya.
hal ini, membuatku berpikir kembali tentang arti "kebahagiaan". dari kejadian tersebut, aku melihat bahwa kebahagiaan itu juga bisa diperoleh dari hal-hal yang sederhana. memang anak tersebut mungkin tidak memiliki mainan mewah yang terbaru, ataupun juga mungkin ayahnya memang bukanlah seorang yang kaya raya, tidak memiliki kendaraan yang mewah, hanya seorang penjual ikan hias bersepeda, namun kebahagiaan masih saja hadir dalam kehidupan mereka. dan nampaknya mereka ikhlas dalam menjalani kehidupan tersebut.
memang benar adanya istilah "kebahagiaan itu bukanlah hak-hak orang kaya saja, namun kebahagiaan adalah hak semua orang, asalkan dia dapat menerima dan bersyukur akan hidup yang telah diberikan"

Nov 30, 2010

Marilah Kita Bersahabat Dengan Diri Kita Sendiri


saat kita melihat orang yang lebih dari kita (lebih kaya, lebih hebat, lebih sukses, lebih pintar, lebih tampan, lebih cantik) mungkin dalam benak kita pernah berpikir seperti ini 'seandaniya aku adalah dia'. jika kita penah berpikiran seperti itu, maka kita tidaklah sendiri, karena hampir seluruh manusia di dunia ini pernah berpikir hal yang serupa. memang sangatlah manusiawi untuk mengandaikan diri kita menjadi orang yang lebih saat kita melihat orang-orang tersebut berada di sekitar kita. berandai-andai boleh saja, namun jika hal tersebut kelewat batas maka yang terjadi adalah kita menjadi rendah diri dan tidak bangga dengan diri kita. kita mulai menyalahkan keadaan karena kita tidak bisa sesukses orang yang kita andaikan tersebut dan keadaan pun tidak menjadi lebih baik.

mulai sekarang, marilah kita coba untuk lebih menghargai keadaan kita dan mencintai diri kita apa adanya. memang terkadang hal tersebut sangat sulit untuk dilakukan, karena kita harus mau mengakui dan bersahabat dengan kelemahan-kelamahan kita. namun sulit bukan berarti tidak mungkin kan? dengan mencintai diri kita apa adanya kita tidak membelenggu diri kita dengan pikiran-pikiran yang dapat merendahkan diri kita sendiri. namun menerima apa adanya di sini bukan berarti bersikap passive menerima hidup. kita juga harus senantiasa berusaha untuk menggapai impian dan cita-cita kita, dan tentu saja menikmati proses dari perjalanan tersebut.

sebenarnya, Tuhan telah menciptakan tiap-tiap manusia dengan keistimewaanya sendiri. Dia telah memberikan bakat dan keunggulan yang berbeda dari orang yang satu dan orang yang lain. dengan keyakinan ini, maka marilah kita lebih berfokus dan memaksimalkan bakat serta keunggulan yang kita miliki. sehingga kita pun akan menjadi lebih bersahabat dengan diri kita sendiri. dan di saat kita bercermin dan melihat bayangan yang muncul di sana, kita dengan yakin akan mengatakan 'aku bangga dan mencintai kamu apa adanya'

untuk mengakhiri tulisan ini, ada sebuah kutipan menarik yang mungkin bisa menyadarkan kita akan apa yang telah kita miliki dalam diri kita:

"We are always more anxious to be distinguished for a talent which we do not possess, than to be praised for the fifteen which we do possess" (Mark Twain)

Nov 29, 2010

Pelajaran Memberi


saat kita menjalani kehidupan ini dengan hanya berpikir "apa yang bisa kita dapatkan untuk diri kita sendiri di hari ini? bagaimana mendapatkan cinta dan perhatian dari orang-orang yang kita sayangi?" maka hidup sepertinya akan berlalu dengan sangat cepat sekali. kita pun sepertinya tidak memperoleh apa-apa dari yang kita harapkan tersebut. kita akhirnya mulai lelah akan kehidupan yang kita jalani, dan mulai ragu akan harapan-harapan yang ada di hadapan kita. kita menjadi orang yang merasa kekurangan dan akhirnya menjauhkan perasaan syukur dalam kehidupan kita. lebih parahnya lagi, kita mulai membenci diri kita karena kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan dan merasa tidak ada orang yang memperhatikan dan mencintai kita. akhirnya kehidupan pun serasa berjalan tidak seperti semestinya.

namun sebaliknya, saat kita menjalani hari demi hari dengan berpikir "apa yang bisa kita berikan kepada orang lain di hari ini? bagaimana memberikan cinta dan perhatian kepada orang-orang yang kita cintai dan sayangi?" maka hidup ini sepertinya akan senantiasa menunjukkan sisi terbaiknya. keluarga kita, teman-teman kita, kekasih kita, dan orang-orang di sekitar kita akan lebih bersahabat dengan kita. dan bahkan alam semesta dan seluruh isinya pun serasa tersenyum kepada kita. dengan ini, kita akan membuang jauh-jauh perasaan serba kekurangan dan menggantinya dengan perasaan berkelimpahan di dalam kehidupan kita. dengan memiliki perasaan berkelimpahan dalam hati, hal ini akan menambah kelimpahan dan kenikmatan dalam hidup dan akhirnya kita pun akan senantiasa bersyukur akan apa yang telah kita dapatkan. meskipun, hari-hari juga akan berlalu, namun setidaknya hari-hari tersebut tidak terbuang dengan sia-sia dan akan meninggalkan sebuah makna tersendiri dalam kehidupan kita.

mulai sekarang, marilah kita bersama-sama belajar untuk lebih banyak memberi (bisa berupa waktu, tenaga, pikiran, sapaan, perhatian, atau mungkin senyuman) daripada meminta. meskipun tidak ada sanjungan atau balasan langsung dari orang yang kita beri, itu bukan tugas kita untuk memikirkannya, karena Tuhan pasti akan senatiasa membalas dengan cara-Nya sendiri yang tidak kita duga.

untuk mengakiri tulisan ini, ada kutipan menarik dari seorang penulis Irlandia:

"the two actions can be considered as a kind of spiritual breathing . gratitude is where you breathe 'in'; charity is where you breathe 'out' and give back" (George Bernard Shaw)

Sep 1, 2010

Setiap Langkah Adalah Anugerah


seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya bernama Harry.

Harry adalah seorang prajurit yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. ketika berjalan ke luar, Harry sering menghilang. banyak hal yang dilakukannya. ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh. mengangkat seorang anak kecil agar dapat melihat pemandangan. ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. setiap kali, ia kembali ke sisi profesor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

"dari mana anda belajar melakukan hal-hal seperti itu?" tanya sang profesor.
"oh" kata Harry, "selama perang, saya kira."
lalu Harry menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.

"saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah" katanya.
"saya tak pernah tau apakah langkah berikutnya merupakan pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini."
kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas.

source: keebook

Aug 18, 2010

Sekali Lagi, Bersyukurlah!


Coba anda sisihkan waktu sejenak untuk bersyukur atas hal-hal baik dalam hidup anda. Renungkan tentang apa yang telah anda capai, orang-orang yang memperhatikan anda, pengalaman yang telah anda dapatkan, keahlian dan minat yang anda miliki, apa yang anda percayai, dan hal-hal terindah dalam hidup anda.

Hal-hal yang anda hargai, pelihara, dan jaga, akan terus meningkat dalam hidup anda. Kelimpahan dimulai dengan rasa syukur. Dengan rasa syukur yang tulus, anda menghargai apa yang telah anda miliki, yang selanjutnya akan mendorong anda secara mental, spiritual, dan fisik, untuk mencapai apa yang menjadi tujuan anda.

Bagaimana mungkin anda mendapatkan hal-hal yang lebih besar, bila anda tidak bersyukur atas apa yang telah anda miliki saat ini? Toh semuanya, hanya bisa dimulai dengan apa yang telah anda miliki tersebut.

Anda tahu, bahwa anda dapat mencapai tujuan karena anda pernah merintis hal seperti itu. Pengalaman adalah milik anda yang patut untuk disyukuri. Siapa bilang tidak ada hal yang bisa disyukuri ?

Segalanya dalam jangkauan anda saat anda bersyukur akan apa yang telah anda dapatkan.

(source: keebook)

Jul 31, 2010

Kita Memiliki Peran Dalam Kehidupan


hidup ini dapat diibaratkan layaknya sebuah pertunjukan drama, dimana kita adalah para pemainnya. dalam pertunjukan tersebut kita memiliki peran sendiri-sendiri untuk membuat pertunjukan tersebut sukses. ada kalanya kita berperan menjadi seorang anak kecil, menjadi anak sekolah, menjadi orang tua, menjadi seorang professional, pengusaha, penulis buku, dokter, atau apapun.

apapun peran yang sedang kita jalani, yang terpenting adalah menjalankan peran tersebut dengan sepenuh hati. karena dengan menjalankannya dengan sepenuh hati, kita dapat menjadikan pertunjukan hidup kita berjalan dengan baik dan penuh makna.

mungkin kita pernah berpikir untuk menjadi apa yang belum selayaknya kita perankan, dan hal tersebut hanya membuat kita menjadi kesal, gelisah, dan kecewa karena tidak mampu menjadi seperti yang kita bayangkan. namun sebenarnya dengan memerankan sepenuh hati apa yang telah kita dapatkan sekarang, maka kita akan mendapatkan peran yang kita inginkan kelak.

jadi sekali lagi, yang terpenting di sini ialah, selalu memerankan peran kita sebaik-baiknya dan sepenuh hati. karena kita lah yang memiliki peran tersebut, bukannya orang lain. dan peran kita di kehidupan ini sangat berarti, tidak hanya untuk diri kita sendiri namun juga untuk orang lain.

Jul 28, 2010

Live, Love, and Laugh: seandainya kesempatan hidup kita tinggal hari ini..


saat engkau bangun di pagi hari dan mendapati Tuhan mengingatkan bahwa hari ini adalah hari terakhir kau di dunia, apa yang akan kau lakukan?
apakah kau akan ketakutan dan menggigil kedinginan di dalam kamar tanpa melakukan apapun? atau kau akan melakukan semua hal yang belum sempat kau lakukan meski kau tahu bahwa tidak akan ada cukup waktu untuk mengerjakan semuanya..

akankah kau mulai berani mengungkapkan rasa cintamu, rasa syukurmu, rasa terima kasihmu kepada ibu dan ayahmu? atas semua yang telah mereka berikan kepadamu, atas semua kasih sayang yang mereka berikan kepadamu, dan semua kebahagiaan yang dibagikan kepadamu.. ataukah kau masih malu mengungkapkan semua itu karena kau merasa mereka belum seperti yang kau harapkan??
namun sebenarnya, bagaimanapun juga orang tuamu ialah orang yang paling sayang kepadamu, meski mereka mengungkapkan dengan cara yang tidak kau ketahui..

akankah kau keluar rumah dan membenamkan dirimu dalam rutinitas seperti biasa? atau kau mulai menyadari keindahan-keindahan dalam kehidupanmu?? akankah kau mulai menyadari betapa indahnya sinar matahari, langit yang biru, rerumputan di bawah kakimu, hujan yang membasahi bajumu, dan bahkan orang yang berlalu lalang di hadapanmu..

akankah kau mulai mencintai dirimu apa adanya? dengan segala kelebihan dan kelemahannya.. atau kau semakin membenci dirimu karena terlalu banyak masalah yang menimpamu??

akankah kau mulai lebih memperhatikan sahabat-sahabatmu? akankah kau mulai menyadari pentingnya persahabatanmu? akankah kau mulai ada saat mereka butuh, saat mereka ingin menceritakan kesedihan dan masalahnya kepadamu, atau saat mereka hanya ingin didengar olehmu.. akankah kau mulai memberikan waktumu dan keberadaanmu untuk menghibur dan menemani mereka saat mereka jatuh? ataukah kau malah membuat mereka tersiksa dengan rengekanmu dan keluh kesahmu??

akankah kau mulai menyadari dan memperhatikan teman-temanmu? teman-teman yang berbeda minat denganmu, teman-teman yang tidak begitu akrab denganmu, dan teman-teman yang kamu rasa kurang begitu penting untukmu.. akankah kau mulai menjalin persahabatan dengan mereka, atau meninggalkan mereka begitu saja karena kamu merasa tidak mendapatkan apa-apa berteman dengan mereka..

akankah kau mulai menyadari orang-orang yang mencintaimu dan menyayangimu? orang-orang yang senantiasa ada saat kau butuh, orang-orang yang selalu memberikan waktunya untukmu, orang-orang yang selalu memberikan pelajaran berharga kepadamu, dan orang-orang yang selalu mendoakan keselamatanmu..

akankah kau mulai menyadari bahwa kau tidaklah selalu benar dan orang lain selalu salah? akankah kau mulai menyesali kesalahanmu dan meminta maaf kepada orang-orang yang pernah kau sakiti.. ataukah kau tetap mempertahankan pendapatmu bahwa kau orang yang paling benar di dunia ini??

akankah kau mulai menyadari nikmat-nikmat yang Tuhan berikan kepadamu? masa kanak-kanakmu, masa remajamu, dan masa dewasamu.. akankah kau mulai mensyukuri apa yang telah kau dapat, yang telah kau berikan, dan yang akan kau dapatkan.. ataukah kau hanya menganggapnya sebagai masa lalu??

akankah kau masih yakin akan impian, harapan, dan cita-citamu? akankah kau masih yakin akan meraihnya meski kau tahu tidak ada waktu untuk mewujudkan semua itu.. ataukah kau akan meyerah begitu saja dan melepaskan semua impianmu bersamaan dengan kepergianmu??

di malam hari, akankah kau mulai mempersiapkan bekal untuk perjalanan panjangmu? untuk menemui Tuhan dan menghadap kepada-Nya.. ataukah kau hanya akan duduk di depan televisi dan menyaksikan tayangan yang tidak bermanfaat bagimu?

dan akankah kau mulai berani untuk menangis di hadapan orang-orang yang kau sayangi? atau kau akan tertawa riang untuk menutupi dan membohongi kesedihanmu, agar kau terlihat kuat dan tegar di hadapan mereka..
tidak semua air mata menggambarkan kelemahan.. air mata dapat melukiskan sebuah kekuatan, dan kerendahan hati.. air mata mengingatkan bahwa manusia tidaklah sempurna, manusia memiliki kelemahan, dan perasaan yang dapat terluka..

dan pada saatnya.. saat kau pergi meninggalkan orang-orang yang kau sayangi.. apakah kau ingin orang-orang yang kau sayangi hanya mengucapkan salam perpisahan saja, ataukah kau ingin mereka mengatakan bahwa kau adalah orang yang terhebat yang pernah mereka kenal??

semuanya tergantung kepadamu.. apa yang akan kamu lakukan dengan sisa usiamu...



'kabar gembiranya, Tuhan tidak memberitahukan jatah usia manusia.. hal ini memberikan kesempatan kepada kita agar kita selalu memberikan yang terbaik dalam mengisi kehidupan, kapanpun dan dimanapun..'

12/07/09

Jul 20, 2010

Hidup Layaknya Anak Kecil


saat kita kecil, hidup layaknya sebuah keajaiban. tidak ada penderitaan dan kekecewaan, yang ada hanyalah kesenangan, kegembiraan, dan keceriaan. hidup layaknya sebuah cerita dongeng yang menarik untuk diikuti kelanjutan ceritanya, dan kita selalu yakin bahwa esok hari akan ada cerita-cerita indah dan menarik yang bakal kita temui. pada saat kita kecil, kita dengan jujur mencintai diri kita apa adanya dan tidak pernah mengeluh akan apa yang telah kita capai dan dapatkan.

namun semakin kita tumbuh dewasa, pikiran kita menjadi semakin rasional dan mulai tumbuh benih-benih ketidakpastian di hati kita. kita mulai merasakan penderitaan, kekecewaan, dan perasaan-perasaan negatif lainnya. ada kalanya hati kita juga mulai dihinggapi oleh keraguan akan masa depan kita. kita menjadi orang yang tidak melihat hidup layaknya sebuah cerita dongeng, namun seperti cerita-cerita film yang penuh dengan masalah, konflik, dan hal-hal buruk lainnya. saat kita kecewa, kita mulai kehilangan arah dan takut untuk melanjutkan melangkah. hingga kita pun akhirnya mulai tidak percaya dengan diri kita dan tidak lagi mencintai diri kita apa adanya. kita mulai mengeluh akan kehidupan yang telah diberikan dan tentu saja ingin lari dari kenyataan.

sebenarnya, tidak ada yang berubah dalam kehidupan. hanya pikiran kitalah yang menciptakan perubahan itu sendiri. hidup sebenarnya tetap berjalan seperti biasanya seperti saat kita masih kecil. masih banyak keajaiban yang ada di sekitar kita, hanya kita terkadang lupa atau tidak melihat keajaiban-keajaban tersebut. mungkin kita perlu belajar dari anak kecil, yang selalu melihat hidup penuh dengan keindahan dan keajaiban. mungkin dengan ini kita akan diingatkan untuk dengan tulus dan jujur mencintai diri kita apa adanya.

=======

(tulisan ini terinspirasi setelah mendengar lagu dari 'Red House Painters - Have You Forgotten')

Jul 18, 2010

Saat Kita Lelah Dalam Menjalani Perjalanan Hidup


ada kalanya kita lelah dalam menjalani kehidupan ini. meski kita telah berjalan jauh, namun kita merasa belum mencapai apa yang kita inginkan. kita merasa perjalanan kita sia-sia dan apa yang kita cari selama ini tidak nampak di depan.
namun sebelum menyerah dan berhenti melanjutkan perjalanan, lebih baik kita menyediakan waktu sebentar untuk menengok ke belakang dan melihat seberapa jauh kita telah melangkah. mungkin dengan ini kita akan menyadari bahwa kita telah menempuh perjalanan yang panjang dan dapat mengatasi segala rintangan yang ada di belakang. kita akan terkagum-kagum saat kita mengetahui bahwa telah banyak pengalaman yang kita dapat dan orang yang kita jumpai. kita pun akan menyadari bahwa perjalanan yang kita lalui selama ini tidaklah sia-sia, karena kita telah mendapatkan banyak sekali kehidupan dari hal-hal tersebut. mungkin hal-hal tersebut tidak akan kita peroleh jika pada awalnya kita tidak berani melangkah.

Jul 17, 2010

Kesalahan...



kita sebagai manusia pasti pernah melakukan suatu kesalahan, baik itu kesalahan yang kecil ataupun kesalahan yang besar. memang setelah kita melakukan kesalahan kita pasti menyesal, kecewa, dan ingin bisa kembali mengulang waktu untuk menghindari kesalahan tersebut. namun seberapa kuat kita dan seberapa pandai kita, kita tidak dapat mengubah masa lalu dan mengubah kesalahan tersebut.
yang bisa kita lakukan hanyalah belajar dari kesalahan tersebut untuk menjadikan masa depan lebih baik. memang kesalahan diciptakan untuk mengajari kita agar dapat belajar darinya sehingga menjadi manusia yang lebih dewasa. karena hakekat kita sebagai manusia adalah untuk terus belajar dan berkembang.

Jul 13, 2010

Saat Semuanya Tidak Berjalan Sesuai Dengan Apa yang Kita Harapkan



terkadang apa yang telah kita rencanakan tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. memang hal ini bisa sangat mengecewakan bagi diri kita, namun sebenarnya hal ini memberikan pelajaran yang berharga bagi kita.
Tuhan memang punya rencana sendiri kepada kita, dan tentu saja rencana tersebut selalu baik adanya. jika kita terlalu mengeluh dan berfokus pada apa yang tidak kita dapatkan, maka hal ini hanya akan memperburuk keadaan. dan itu pun tidak akan pernah sekali-kali mengubah apa yang telah terjadi. namun jika kita mau mencari kebaikan dari apa yang telah terjadi, meski hal ini juga tidak akan mengubah sejarah, namun setidaknya kita pasti akan mendapatkan pelajaran yang berharga.
Powered by Blogger.