Nov 28, 2013

Songs To Start The Day


As you wake up in the morning, your day awaits. But somehow, you feel so heavy to jump off from your bed and start your daily routine. It's a normal feeling cos everyone ever feels that way. On that kind of situation, sometimes music does help. With its strange magical effect, music can boast up your day and make yourself more optimistic to start that day - for me, it works eventually.

These are four songs that I always listen to start my day. As usual, I walk down the street, plug my earphone on and play the playlist. Thankfully, it helps boasting up my mood instantly - even when my heart was broken the day before.

1. Joshua Radin - Beautiful Day 



The first track is the calmest one. Played acoustically in a mid-tempo, Beautiful Day by Joshua Radin tries to tell you that it's gonna be a beautiful day. So don't be afraid, don't haste your life, just enjoy your time.

Let's not forget we're alive, he reminds us that even when the hard times come, there's still a thing we can be grateful of: that we're still alive. And if we want to take our time looking closer to see the things we already have, we will find that there are plenty things we can be grateful of. In the end, we become more optimistic to overcome that hardship - such a brilliant meaning! And here is my favourite line among others: what's broken gets stronger when it mends. In life, there's always a reason for being broken - it gives you strength after your heart heals in the end. That's the day when your heart finally becomes wiser and stronger.

2. A Fine Frenzy - Now Is The Start



What! Alison Sudol goes blonde and electric? does it seem weird? well, not really. In fact, this single is still amazing like always - But it becomes more cheerful, energetic and of course optimistic (good news, isn't it?).

The first verse: Do you hear that sound? It's the sound of the lost gone found, it's the sound of the mute gone loud, it's the sound of the new start, does really bring optimistic feeling to start the day. She also adds this heart-soothing words on the bridge before the last part: new start, in the end there is a new heart. Attention for broken hearted lover! you can relate this lyric with your life! It's up to you to decide, whether finding someone new after breakup or holding on with the one you still love but with a new heart. Whatever it is, everyday is a new start.

3. Katie Herzig - Best Day Of Your Life



The song that makes me want to clap my hand. Yup, if you listen carefully you will hear the clapping hands sound on the back, and that makes you want to do the same. For me, the musical composition is really unique but it still doesn't lose the cheerfulness. In addition, the trembling voice of Katie Herzig really gives awesomeness into the song, which consequently makes the song more meaningful. I like the way when she sings, Don't mind leaving your nest, don't mind making a mess, this might be the best day of your life - these lines try to encourage us to be more courageous starting the day and not be afraid if we make mistakes on what we do. Just give the best we can do because that day could be the best day of our life.

4. The Weepies - Happiness


*the music video is not the album cover (what a shame)

The first impression once the intro begins: what a very cheerful acoustic-pop song! Sung by lovely voice of Deb Talan, this music really brings happiness for anyone who listens - including me. Moreover, the lyric saying 'it's a mean town, but I don't care, try and steal this. can't still happiness' on the refrain gives me such a happy imagery: even though the town you live in brings you down and steals the things you have (not always goods, it can be your love maybe?), but it still cannot steal your happiness. What a nice meaning of it.  


Nov 23, 2013

Bagaimana kota kecil yang bernama Solo ini mampu memberikan kesan di dalam kehidupan saya

Menawan dengan Berbagai Cerita



Saya Ferrial Pondrafi - lahir di Kota Solo, dibesarkan oleh keluarga tercinta di Solo, bersekolah hingga kuliah di Solo dan pernah merasakan indahnya jatuh cinta dan sakitnya patah hati saat di Solo. Entah mengapa Solo sangat lekat dengan kehidupan saya selama ini. Bukan saja karena kotanya yang memang menawan, namun hal-hal yang ditawarkan dari Kota Solo itu sendiri memberikan kesan mendalam bagi saya. Bahkan saat bekerja di Jakarta pun, saya masih ingat tentang hal-hal yang ada di kota Solo. Tak hanya sampai disitu, saya pun dipertemukan kembali dengan teman-teman semasa kuliah di Solo. Hmmm, memang Solo senantiasa memberikan kesan tak terlupakan dalam kehidupan saya.


Banyak hal menarik yang dapat diceritakan tentang Kota Solo, baik itu kesan, pagelaran, kuliner, masyarakat atau pun hal lain yang belum disebutkan. Terkadang kita jadi tau hal-hal tersebut bukan saat berada di Kota Solo melainkan saat sedang merantau jauh dari sana. Entah apakah hal ini dirasakan pula oleh para perantau asal Solo yang lain, namun bagi saya pribadi saya sempat merasakannya.


Kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang hal-hal apa saja yang pernah saya dapatkan sejak berada di Kota Solo. Tentunya hal-hal tersebut tidak dapat saya temukan di kota-kota lain, bahkan di kota super sibuk dan super ramai seperti Jakarta sekalipun. Hal tersebutlah yang menurut saya menjadikan Kota Solo ngangenin, bergeliat, unik dan lain dari biasanya.

Mungkin hal-hal tersebut pernah kita temui sebelumnya, namun karena tuntutan jaman yang menyibukkan menjadikan kita lupa akan kehadiran hal-hal tersebut. Ok, langsung saja mari kita simak beberapa hal menarik yang pernah saya temukan di Kota Solo tercinta.

Komunitas

Memang tiap Kota memiliki komunitas masing-masing, namun komunitas di Kota Solo itu berbeda. Yang membuat berbeda tentu karena para volunteernya merupakan asli wong Solo - meski ada beberapa dari mahasiswa luar Solo tentunya. Selama saya menjadi volunteer salah satu komunitas bergengsi pada tahun 2012 silam, saya menemukan semangat pertemanan, kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat kental sekali dengan budaya Solo.

Saya tidak hanya menjadi bagian dari sebuah komunitas, melainkan dari sebuah Kota Solo itu sendiri. Komunitas lah yang menjadikan Kota Solo bergeliat, bersemangat dan tentu saja lebih hidup - salah satu hal yang masih saya ingat hingga saat ini. Komunitaslah salah satu tempat berkumpul dengan orang-orang yang bersemangat, saling menghargai dan tentu saja saling bekerja sama menjadikan Kota Solo lebih baik.

Earth Hour 2012

Produk Kreatif

Saat berada di Jakarta, saya menemukan sebuah posting blog produk kreatif dari seorang kawan semasa SD. Margrit namanya - sebuah ruang kreatif yang dia ciptakan bersama kekasih tercinta. Meski belum setenar produk kreatif lain yang mulai mewarnai jalan-jalan protokol kota, namun ada perasaan bangga mengetahui bahwa itu adalah produk kreatif milik teman saya.

Setelah saya amati lebih jauh produk-produknya, saya pun sempat berpikir, ternyata produk independent asal Kota Solo tidak kalah bagus dengan produk independent asal Ibukota, malah bisa dibilang memiliki daya tarik yang berbeda. Mungkin sesuatu yang menarik dan berbeda itulah yang menjadikan produk-produk kreatif asal Solo memiliki nilai tersendiri yang tidak dimiliki oleh produk kreatif lain di Indonesia.

Saya kemudian lanjut berpikir, seandainya produk-produk kreatif ini dikembangan dan anak-anak muda Solo lebih bangga dalam memakai produk lokal, saya yakin beberapa tahun mendatang produk-produk kreatif asal Kota Solo menjadi branding Kota yang menarik yang tidak dimiliki kota-kota lain. Dan saat dimana hari itu tiba, saya yakin Margrit telah tumbuh besar menjadi ruang kreatif yang dikenal masyarakat luas.

http://margritview.blogspot.com/

Kuliner

Untuk urusan kuliner jangan tanya. Solo menyuguhkan pilihan kuliner yang beragam, mulai dari harga kaki lima hingga hotel bintang lima, semuanya tersedia di Solo. Beragam pilihan inilah yang membuat Solo penuh dengan tempat-tempat makan yang nyaman untuk bersantai. Bisa dikatakan, hingga sebesar ini saya belum pernah menjajal semua tempat makan yang ada di Solo - karena terlalu banyaknya pilihan tempat makan yang ditawarkan tentu saja.

Saat berada di Kota Solo, saya bersama dengan kakak tercinta selalu mencicipi kuliner-kuliner baru di sana. Sekarang saat jauh dari Kota Solo, saya pun merindukan untuk mencoba tempat-tempat yang belum pernah kami kunjungi. Semoga suatu saat nanti kami dapat pergi bersama lagi untuk merasakan kuliner Solo seperti masa-masa dulu.

Chicken Green Chili - Tom Kedd, Solo, Jawa Tengah
(tempat makan favorit saya dan kakak saya)

Band Indie

Ya, selain kota-kota besar di Indonesia, Solo juga memiliki band indie yang tidak kalah kerennya. Memang Solo terkenal dengan orang-orangnya yang kreatif, tak heran jika banyak bermunculan anak-anak muda kreatif dengan band mereka. Berikut adalah salah satu band pop punk yang terdengar asyik menurut saya, bahkan lebih asyik daripada band pop punk yang lebih tenar dari Ibukota.

Hello Sucker Punch - http://on.fb.me/17W0V9O

Tempat Nongkrong

Ada banyak pilihan tempat nongkrong di Kota Solo yang menarik untuk dikunjungi - mulai dari yang berbayar hingga yang gratis tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun, bahkan tanpa biaya parkir. Sebut saja misalnya cafe-cafe yang bertebaran di berbagai daerah di kota Solo, resto mewah di jalan protokol, wedangan di setiap sudut kota, lapangan kota dengan bermacam-macam pedagang di sekitarnya, hingga taman kota dengan latar bangunan yang asyik dan menawan. Semuanya mampu memberikan suasana yang nyaman, ramah serta menarik bagi siapa saja yang bersantai di sana. 


Teman

Saya yakin siapapun yang pernah merasakan tinggal di Kota Solo pasti memiliki teman-teman yang tak terlupakan di sana. Hal itu pula yang sangat saya rasakan ketika tumbuh besar di Kota Solo, memiliki teman-teman yang luar biasa semasa sekolah hingga kuliah - hal yang paling tidak bisa saya lupakan hingga sekarang. 

SMA N 4 Surakarta - Kelas 2B
Bagi saya, melihat kembali foto-foto semasa SMA memberikan kesan lucu dan nostalgia - saat di mana kami masih lugu dan memandang dunia hanya sebatas gejolak masa remaja. Kenangan yang akan senantiasa dikenang dan tak akan terlupakan hingga bertahun-tahun mendatang.

Selain itu, masa kuliah juga merupakan masa yang tak dapat saya lupakan hingga sekarang - tentu karena teman-teman yang luar biasa yang ada di dalamnya. Teman-teman yang senantiasa memberikan kenangan mendalam saat melalui masa-masa tersebut. Kenangan yang akan senantiasa diingat hingga bertahun-tahun mendatang.    

Sastra Inggris UNS 2006

Pernah kakak saya berujar bahwa kuliah itu tidak hanya tentang belajar di dalam kelas untuk mendapatkan pekerjaan kelak saat lulus, namun lebih dari itu kuliah juga masa di mana kita belajar tentang bagaimana berteman, tentang belajar lebih dalam tentang kebersamaan, dan tentang tanggung jawab. Ternyata apa yang dikatakan kakak saya memang benar, karena di masa kuliahlah saya menemukan indahnya pertemananan, kebersamaan dan pentingnya tanggung jawab. Suatu fase yang mendewasakan tentunya.

Sastra Inggris UNS 2006
Selalu saja ada perasaan haru saat mengingat momen-momen tersebut, terlebih saat mengetahui bahwa sekarang banyak dari mereka yang telah merantau atau pulang kembali ke Kota asalnya. Sepertinya waktu cepat sekali berlalu - di mana dulu belajar dalam ruangan yang sama dan sekarang mereka telah memiliki jalan sendiri untuk kehidupan yang baru. 

Beberapa tahun dari sekarang saat kami memandang ke belakang akan masa-masa yang telah kami lalui bersama, tentunya kami akan tertawa dengan kehidupan kami yang masih muda dan penuh cerita.  
===
Dan saya yakin, anda pun memiliki kisah yang menarik saat berada di Kota Solo; apakah itu kisah tentang pertemanan, percintaan, sekolah, keluarga, liburan, bisnis atau mungkin hal-hal lain yang hanya anda sendiri yang mampu menceritakannya. Apapun itu, satu hal yang pasti 

Solo... memang penuh dengan kenangan dan cerita



Nov 17, 2013

Dokumentasi, Jakarta 2013

photo by Ferrial Pondrafi (with a help from Photobucket) - Dufan, Jakarta

video that I made for my documentation




Credits:
Music: Lanterns On The Lake
Title: Keep On Trying
Album: Gracious Tide Take Me Home (2011)

Karena saya sangat terkesan dengan lagu dan video clip milik Lanterns On The Lake, maka saya pun mencoba membuat dokumentasi menggunakan musik latar lagu tersebut. Yaahh, meski hasilnya tidak semaksimal video clip original milik band asal Newcastle itu, namun setidaknya saya telah membuat dokumentasi bergerak tentang Jakarta. Seandainya saya telah meninggalkan Kota ini nantinya, ada hal yang bisa saya putar kembali dan mengingatkan akan kenangan yang telah saya lalui di sini.

Tidak lupa, ucapan terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman saya yang luar biasa yang telah menyempatkan waktu berharganya untuk menemani dalam mengambil beberapa gambar di Jakarta. Rizqi Arifuddin yang telah menemani berolahraga sembari menikmati suasana pagi di Car Free Day dan Opie Winnaraati yang telah menemani jalan-jalan di Kota Tua (meskipun matahari bersinar sangat panas saat itu) dan mentraktir makan siang di sana. Pengalaman-pengalaman yang menyenangkan tentu saja.

*Dokumentasi di atas direkam dengan menggunakan peralatan seadanya (kamera saku amatir) dan di-edit menggunakan program open source gratis - bukan karena mencoba indie, namun lebih karena keterbatasan peralatan. Saya pun mengurungkan niat untuk meng-upload melalui Vimeo karena kualitas video yang belum maksimal. Harap dimaklumi jika terdapat banyak kekurangan. 

Nov 10, 2013

Apa Arti Blog Bagi Anda? Bagi Kakak Saya, Blog Adalah Awal Mula Dia Menemukan Kehidupannya



"For my lovely sister, i can quite sure to say that blog is her life. 
That's where she finally finds her true love."

Blog, sebuah jejaring sosial yang memungkinkan penggunanya untuk menulis apapun di dalam pikiran dan benaknya kemudian membagikannya kepada siapa saja di dunia maya. Dalam blog, karakter tulisan tidak dibatasi, sehingga penulis bisa menulis hingga berlembar-lembar halaman tanpa harus takut akan kekurangan lembar tulisan.

Blog sebenarnya merupakan jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter. Hanya saja, blog terkesan lebih lebih rumit dan ekslusif - karena mengharuskan penggunanya untuk mendesain sendiri halaman blognya dan memenuhinya dengan tulisan berparagraf. Tak heran jika di Indonesia jejaring sosial ini kurang diminati ketimbang jejaring sosial yang lebih sederhana seperti Facebook ataupun Twitter - meskipun blog telah lama ada jauh sebelum kedua jejaring sosial tersebut. 

Ada hal lain yang lebih menarik dari sebuah blog. Blog ternyata tidak hanya memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk berbagi informasi dan pengalaman, namun blog juga mampu memberikan kisah yang lebih berwarna dalam kehidupan nyata. Bisa saya bilang, kisah yang mampu mengubah kehidupan seseorang. 

Pagi ini, saya mendapatkan telepon dari kakak saya yang akan menikah bulan depan. Terbesit dalam pikiran saya, betapa cepatnya waktu berlalu - di mana salah satu dari kami bertiga akhirnya akan memiliki kehidupan sendiri. Sedih memang karena akhirnya harus berpisah, namun tetap saja saya ikut berbahagia karena akhirnya kakak saya menemukan pendamping hidupnya. 

Pernah saya berpikir ulang tentang bagaimana kakak saya berkenalan dengan calon suaminya. Jika dipikir-pikir, perkenalan mereka terkesan tidak biasa. Ya, karena dari blog lah mereka pertama kali berkenalan. Saya kurang tau secara pasti bagaimana mereka pertama kali berkenalan melalui jejaring sosial tersebut. Namun yang saya tau, kakak saya menulis blog untuk menumpahkan segala kekecewaanya yang pada saat itu tengah melanda kehidupannya.

Terkadang memang hal-hal luar biasa bermula dari hal yang sederhana. Entah bagaimana caranya, calon suami kakak saya pun secara tidak sengaja membaca blog kakak saya - jika dipikir-pikir ada berjuta-juta blog yang tersebar di luar sana, namun bagaimana ia bisa sampai ke blog kakak saya dan membacanya. Cerita pun berlanjut dan mereka akhirnya berkomunikasi secara rutin melalui blog setelahnya. 

Beberapa bulan berlalu, sang pria pun datang ke rumah menemui kakak saya untuk pertama kalinya. Dan secara tak terduga, muncullah ikatan kimia di antara mereka. Hubungan mereka pun akhirnya berlanjut, meski harus dipisahkan jarak yang jauh (Solo - Karawang). Namun mungkin itulah yang dinamakan cinta sejati - jarak hanyalah cara untuk menunjukan apakah cinta mereka benar-benar tulus atau sebaliknya.

Beberapa tahun pun berlalu dan hubungan mereka pun menjadi semakin serius, meski banyak rintangan yang harus mereka lalui di kala itu. Akhirnya tibalah tahun 2013 ini, di mana mereka akan melangsungkan pernikahannya di akhir tahun 2013. Dan saya pun menulis tulisan ini untuk mengingatkan kembali betapa menariknya kisah mereka.

--- 

Memang di era digital seperti sekarang, tidak lagi mustahil seseorang menemukan belahan jiwanya melalui dunia maya, meskipun banyak juga yang tertipu dari sana. Namun, kisah dari kakak saya tersebut menunjukan bahwa memang tidak ada yang mustahil di dunia ini. Dari sebuah blog curahan hati, kakak saya pun akhirnya menemukan kehidupannya di sana.

inilah blog kakak saya tersebut (yang sekarang sudah sangat jarang di-update): 


Nov 3, 2013

Somehow, I Wish That Life Was A Movie


Sometimes, i just wish that my life was a movie. When the good parts or the saddening ones ended, credit titles appeared. The musical score entered, cinematic and uplifting. I were then set free, without any lonesome feeling.

But the truth is, life doesn't work that way. In the end, you just get another chances. You just can't hide or run for what you already feel. You need keeping your life moving. Letting your heart perceiving, cos it will take you to another story. Till the day the curtain is closing. And your life will be reminded ceremonially.


Oct 27, 2013

Frightening Dream - An Old House With Full-European Antiques and Family Paintings On Its Living room



Have you ever dreamt the same place twice on your sleep? how does it feel? For me, it's awkwardly strange and mystical. After you open your eyes you will be reminded by the image of things you already dreamt before, and that's really strange. I can say that because i did yesterday - dreaming about the same old house's living room which i ever dreamt before. Not an ordinary living room, but an old antique living room.

As i woke, i subtly recognize that place on my sleepy mind long time ago. It was an old less-spacious house painted in white and decorated with all-European antiques. More importantly, it had a lot of paintings (or perhaps photos) on its wall. I am sure that those were family portraits paintings. Kinda odd to know lot of paintings or portraits hanging on that old house's living room.

The story started as i entered to the house with my sister. I can't remember why we came in. I think we didn't find any exit path to the main street or the other place. I always thought that the house was located in Sarpon - an area near SMP N 10 in my hometown. I couldn't be certain bout that, but i don't know why my mind said so about that location. I entered from the backdoor and i could clearly see the room and the other door on the right side. It was painted in brown and dark glasses if i wasn't mistaken.

Then as i moved deeper and look at those family portraits on the wall, i glance a big well-framed painting on the center top. Suddenly i was paralyzed and collapsed instantly to the floor right after seeing that main painting. In fact, i didn't get the image of that painting but i felt that my whole body couldn't move on the ground. The house owner then appeared. I didn't know exactly how he looked like - i guess he wore glasses.

He told me that it was the painting of an old lady. I supposed that lady was the mistress. He also told me that the painting was too 'powerful' for me. Yeah, it had mystical and supernatural power that made myself collapsed after seeing that painting. Felt like possessed i guess, but still i got my consciousness. Seriously, it was spooky and frightening. As i woke up, i still felt that creepiness.

However, i still find myself curious for the location. Of course, it is because that living room appeared twice on my sleep. I write this thing on my blog to remind me the image of that living room. Perhaps, someday i will figure out that place on the real world. Hope, it will not be frightening as what i dreamt before, and i hope i won't be collapsed on the third time at the end.




Oct 12, 2013

The Weatherman by Gregory Alan Isakov



Don’t judge a book by its cover - Sering istilah tersebut kita temui untuk meyakinkan bahwa jangan menilai sesuatu hanya dari tampilan luarnya. Tidak saja berlaku untuk sebuah buku, namun untuk semua hal, termasuk album terbaru milik Gregory Alan Isakov, The Weatherman. Karena pada akhirnya, sebuah paradoxlah yang saya temukan setelah mendengarkan album The Weatherman tersebut.

Saya memang telah lama tau nama Gregory Alan Isakov di internet, namun baru beberapa bulan belakangan saya mencoba mendengarkan karyanya, dimulai dengan The Weatherman. Pada awalnya saya sempat ragu untuk mencoba mendengarkan The Weatherman - mengingat sampul album yang jauh dari kesan menarik dan bisa dibilang terlalu monoton serta tanpa komposisi letak yang baik (entah apa ini karena selera fotografi saya yang buruk.)

Namun saya tetap mendownload album The Weatherman mengingat pertengahan tahun 2013 serasa sepi akan album baru dari musisi favorit saya. Setidaknya, Gregory Alan Isakov adalah seorang musisi folk, genre yang mampu memuaskan hasrat saya dengan gitar akustiknya. Toh tidak ada salahnya mencoba hal yang baru, siapa tau album tersebut malah jauh lebih bagus dari apa yg saya bayangkan.

Ternyata memang benar, setelah mendengar beberapa kali The Weatherman, saya langsung terhipnotis dengan materinya. Album yang sebelumnya saya pandang sebelah mata kini menjadi salah satu album termenarik yang pernah saya dengarkan di tahun ini. Bisa jadi hal ini karena perasaan hati saya yang mampu terakomodir melalui alunan nada di album tersebut.

Satu kesan yang saya dapatkan setelah mendengarkan album The Weatherman adalah "nostalgia". Yup, sejak lagu pertama "Amsterdam"dinyanyikan, kesan nostalgia yang ditampilkan sangat kental dan terasa. Tentu karena album tersebut direkam di daerah pegunungan Colorado dengan peralatan non-digital yang memberikan kesan nostalgia saat direkam.

Seperti dalam lagu "Living Proof", single dari album The Weatherman. Kesan nostalgia sangat nampak dari awal hingga akhir lagu. Sound musik yang sedikit grainny, nada dengan beberapa kunci minor, ditambah dengan cara menyanyi yang terkesan oldies menjadikan track yang satu ini sangat menawan. Tak terkecuali, video klip dengan latar abandoned amusement park menjadikan kesan nostalgia atau kerinduan akan kenangan indah masa lalu tergambar dengan sangat jelas.

Dalam "St. Valentine", salah satu lagu favorit saya di album ini, nuansa folk dengan sedikit sentuhan bluegrass sangat terasa. Banjo yang sepertinya menjadi instrumen penting di lagu ini serasa melengkapi komposisi musik nan sederhana namun tetap nyaman untuk didengarkan. Di lagu kedua inilah, awal mula saya terkesan dengan album The Weatherman.

Meski ditulis dalam lirik yang sulit dimengerti oleh non-native speaker seperti saya, tapi lirik dalam setiap lagu terangkai dalam kumpulan kata yang menawan. Salah satu contoh yang indah menurut saya "but I'd never say "I love you," dear just to hear you say it back" dalam lagu She Always Takes It Black. To the point tapi tetap mengena. Dengan iringan gitar akustik yang mengalun lembut dan tenang, menjadikan lagu tersebut sebagai penutup yang sangat manis dan menggugah.

Dalam websitenya, Gregory Alan Isakov mengatakan bahwa ide dari The Weatherman itu sendiri adalah tentang peramal cuaca di TV atau radio yang meramalkan cuaca. Bisa dibilang peramal cuaca memberitakan akan masa depan - sebuah keajaiban duniawi yang tidak lagi dipedulikan. Konsep itulah yang akhirnya menginspirasi keseluruhan materi album The Weatherman; bagaimana kita memperhatikan keajaiban-keajaiban kecil yang ada di dalam kehidupan sehari-hari. Sesederhana itu namun sangat menginspirasi, dan tentunya tersampaikan dengan sangat apik di album ini.

Saya pun akhirnya berpikir kembali, ternyata memang banyak hal luar biasa dalam hal-hal kecil dan sederhana. Seandainya kita memperhatikannya, kita akan terkesan dengan apa yang ada dalam hal-hal tersebut. The Weatherman menjadi salah satu contoh nyata dari hal tersebut, bahwa album yang sebelumnya tidak saya pertimbangan untuk didengar, menjadi salah satu album yang paling sering saya dengarkan di tahun ini.


Sep 28, 2013

Kota Tua, Jakarta - 28 September 2013

Berhubung hari Sabtu adalah hari libur dan saya tidak memiliki agenda untuk dikerjakan, saya pun secara spontan dan tanpa ditemani seorang kawan pergi ke Kota Tua yang terletak di Jakarta Pusat. Perjalanannya memang lumayan jauh, berdurasi sekitar 2 lagu milik Beck dan 4 lagu dari Explosions in the Sky, namun perjalanan jauh seperti itu merupakan petualangan bagi saya. Toh, headset tidak pernah terlepas dari telinga. Selain transportasi yang mudah, ternyata biaya berwisata di tempat ini pun sangat terjangkau - malahan bisa dikatakan relatif murah.

Berikut adalah foto-foto yang saya abadikan dengan kamera ponsel jadul saya. Memang tidak setajam foto professional, namun untungnya ada Photobucket yang senantiasa membantu saya dalam menghasilkan finishing foto yang bagus. Setidaknya foto-foto tersebut mampu memberikan cerita saat saya telah meninggalkan Jakarta nanti.













"I've been spending my time in the old town. I sure miss you honey, now you're not around"
(The Corrs - Old Town)

Aug 16, 2013

Welcome Home


Beberapa hari tepat sebelum Hari Raya Idul Fitri 1434 H kemarin, seorang kawan menulis tentang mixtape lagu yang akan didengarkan saat perjalanan pulang ke kampung halamannya. Saya pun sempat berpikir, sepertinya seru juga menunjukan kepada dunia lagu-lagu apa yang bakal menjadi teman seperjalanan nanti - mengingat saya tidak bisa lepas dengan musik saat sedang perjalanan jauh. 

Karena tulisan dan mixtape kawan saya yang luar biasa itulah, saya pun terinspirasi untuk menulis mixtape lagu yang bakal saya dengarkan saat perjalanan pulang nanti. Berikut adalah daftar beberapa lagu yang telah saya playlist-kan di dalam telepon genggam saya. 
  • The End of the Ocean - On the Long Road Home
  • Radical Face - Asleep on a Train
  • Radical Face - Welcome Home
  • The Wild - There's a Darkness (But There's Also a Light)
  • Sandy Beach Surf Coaster - Daydream Believer (The Monkees cover)
  • Peter Bradley Adams - The Longer I Run
  • Gregory Alan Isakov - She Always Takes It Back
  • The Wailin' Jennys - Heaven When We're Home
  • Industries of the Blind - The Lights Weren't that Bright but Our Eyes Were So Tired
  • Balmorhea - Baleen Morning
  • Gabrielle Aplin - Home
  • Drew Holcomb & the Neighbors - Hourglass 
  • Laura Stevenson - The Fire
  • Rosie Thomas - 2 Dollar Shoes
  • Matthew Perryman Jones - Meghan's Song
  • Lanterns on the Lake - Keep on Trying
  • Vanessa Carlton - The Marching Line
  • Caspian - Vienna
  • Caspian - Sycamore
Yup, semoga perjalanan kereta yang biasanya membosankan akan sedikit lebih menyenangkan saat mendengarkan lagu-lagu tersebut. 


Jun 10, 2013

Gil feat. Bagoes - A Thousand Miles (Vanessa Carlton Cover)



So, i forget when, but i've found this pretty nice cover of Vanessa Carlton's A Thousand Miles. As the true fan of Vanessa Carlton, i can be quite sure that the cover is quite neat, both the music and the lyric, especially for someone who doesn't speak English as the mother language. 
Moreover, the female singer is my best friend's friend, which it means that she's my friend too, though we haven't ever met each other yet. Her name is Gilang Cahya Mustika, one of the finest members of Voca Erudita, Sebelas Maret University's Vocal Group. Well I guess i'm so lucky that i have a chance to befriend with someone who sings beautifully Vanessa Carlton's song.  Here's the cover. Trust me, it's worth of your 3 minutes 48 seconds time. 




May 14, 2013

Music for Flying



Flight is not always boring, as long as we can enjoy the trip and make us entertained. Even, flight can give us amazing experience toward our inner self if we find the right way to kill the time. For me, the best way to enjoy the moment during the flight is, listening to music. Sounding cliché as usual, but trust me, it's a blissful way to enjoy the moment during the flight than anything else. In fact, listening to music is extremely cheaper rather than buying some foods from Airplane menu; which is expensive as hell.

From what i experienced before, i find some amazing music that can bring journey toward my inner self. A journey that will not only bring peace, happiness, and self gratitude, but an inner self journey that can reveal my astonishment toward God's glory in a very conscious condition. Am i sounding too exaggerated? well no. Just trying to be more rational and emotional and the same time.

So these are some music that have magical power to boost myself up during my flight experience.

1. First Breath After Coma by Explosions in the Sky
Perfect music for the take off part. Surely, i still remember how it felt during the take off while playing this music on my flight mode cellphone. The music began with heart-beat like twinkling guitar while the plane was running fast across the base. At the moment the plane took off the ground, the bass part came; the part when the whole music played filling the void. It was like cinematic experience in which the life soundtrack played during the plane flew away from the ground. I held my breath for a quick second at that time, just to realize how perfect timing it was. Overall, it was an unnatural experience, a precise moment of excitement, and a cinematic enjoyment.



2. Dived by Balmorhea
The best music to listen thousand feet above the ground. The music began with vigorous and progressive strings, piano, and drum altogether, that could make the music successfully boosted up my triumphant heart which was sleeping very deep inside. When the heart already woke up, it could see clearly the God's majesty through the vast blue sky outside. I was just amazed with what happened to me at that time. I felt warm and nostalgic the whole time.  Just a strange feeling on the air i guess. Moreover, gazing the moving clouds when the humming part of the music came up was one of the most perfect and epic moments caused by post-rock music that I've experienced so far. Truly, i can say that this song is a masterpiece.



3. In the Aeroplane over the Sea by Neutral Milk Hotel
Don't forget also for Neutral Milk Hotel's In the Aeroplane over the Sea. I listened this song at the moment when the plane was flying above the sea (or strait perhaps). Although i didn't get any spiritual experience like the other two, but at least the title expressed explicitly what i experienced. Oh and i guessed the lyric could remind me as well that i should be more grateful of my life: "but for now we are young let us lay in the sun and count every beautiful thing we can see".







Powered by Blogger.